Diduga Ingkari Kesepakatan DPRD, PT Melania/Samrock Abai Perawatan Jalan hingga Picu Kemarahan Warga

BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM
Warga Desa Talang Kemang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dibuat geram oleh sikap PT Melania/Samrock yang dinilai sewenang-wenang dan mengabaikan kewajiban sosial perusahaan. Perusahaan tersebut diduga mengingkari kesepakatan resmi yang pernah disepakati bersama DPRD Kabupaten Banyuasin terkait perawatan jalan yang digunakan masyarakat.

Dalam kesepakatan di ruang rapat DPRD Banyuasin, pihak perusahaan disebut berkomitmen untuk melakukan perawatan jalan. Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Kondisi jalan kini rusak parah, berlubang, dan berlumpur seperti kubangan, tanpa ada upaya perbaikan dari pihak perusahaan.(15/12)

Salah satu pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.
“Perusahaan ini seolah kebal hukum. Tidak ada toleransi, bukan hanya terhadap warga sekitar, bahkan terhadap karyawannya sendiri. Jalan yang dilewati setiap hari seperti kubangan babi,” ungkapnya dengan nada kesal.

Di tempat terpisah, Wasito, tokoh warga Desa Talang Kemang, menjelaskan bahwa persoalan jalan rusak ini sudah berlangsung lama dan menjadi penderitaan warga bertahun-tahun.
“Masalah ini sudah lama terjadi, tapi puncaknya sejak tahun 2023. Ada lahan perusahaan yang ditelantarkan hampir tiga tahun. Sejak itu, PT Melania tidak mau lagi merawat jalan,” jelasnya.

Menurut Wasito, warga menduga perusahaan enggan memperbaiki jalan karena tidak lagi memiliki tanaman di lahan tersebut dan menganggapnya tidak memberikan keuntungan.
“Mungkin karena tidak menguntungkan lagi, jalan ditinggalkan begitu saja. Padahal jalan itu urat nadi warga,” tambahnya.

Berbagai upaya telah ditempuh masyarakat untuk mencari keadilan. Mulai dari mengadu ke DPRD Kabupaten Banyuasin, DPR RI, Kejaksaan Tinggi, hingga Kejaksaan Agung. Bahkan warga juga telah melakukan aksi orasi di Kementerian ATR/BPN RI untuk meminta peninjauan ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT Melania yang diduga bermasalah.

“Kami menduga ada hal yang sangat khusus sehingga perusahaan ini seolah tidak tersentuh. Wakil rakyat pun terkesan belum punya nyali melawan PT Melania,” tegas Wasito.

Ia juga mengingatkan, jika terjadi aksi lanjutan yang sulit dikendalikan, hal tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan warga terhadap lambannya respons pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Melania/Samrock belum memberikan keterangan resmi dan belum dapat dikonfirmasi terkait tudingan warga tersebut.

Diyono

 

Related posts

Leave a Comment